Fadly Wridha Adisti

A2410070/ Laskar 1 Panji 1 /Soekarno

C1/111

SEDERHANA nan BERSAHAJA.,

Awal.. untuk mengawali segala yang ingin kita sampaikan, hendaklah kita sama-sama mengucapkan Bismillah… Nah, jika sudah.. mari kita lanjutkan untuk mengucap syukur.. karena kita masih diberikan nafas, yang sampai di huruf sekian yang kita baca.. Alhamdulillah, Saudara.. itulah semangat yang menginspirasi..Semangat untuk segala yang kita tindakkan adalah bernilai ibadah di Mata ALLAH…  Semangat untuk terus mengibarkan Panji Nya.. dan Syariat Nya yang terbaik… Semangat!!!

Baiklah, semoga itu bisa menjadi sebuah prolog yang bagus.. Nah, semua bermula pada satu titik, dari satu titik itu mengurai menjadi beberapa pancaran, dan dari berbagai pancaran itu terdapat sebuah percikan kisah yang luar biasa, yang menjadi salah satu warna yang menambah daftar warna dalam hidup yang penuh nikmat ini… Dan satu kisah ini bermula ketika sebuah ide tiba-tiba menyeruak ke dalam relung hati, lalu meledak dengan dahsyat.. ide yang meledak pada diri seorang bocah kelas VI SD, bocah yang masih lugu—culun—dan serba kekanakkan bagi sebagian besar orang tua, tapi tidak juga sih..

Bocah itu, terbangun dari tidurnya, pada Sabtu pagi.. seperti hati-hari biasa ia melangkahkan kaki, untuk aktifitas-aktifitas yang lumrah.. doa, wudhu, sholat shubuh, mandi, berangkat sekolah.. untuk lebih enaknya, mari kita sebut saja dia dengan Fido..

Sambil terengah-engah, dia sampai di kelasnya.. yang tidak kebetulan, jam sudah menunjukkan pukul 07.05, yang  artinya <<<sencored>>>, hehehe.. tapi karena sudah saking lama ia telat, yahh sudalah, tidak apa-apa… Pagi itu berlalu dengan cepatnya, dari bahasan pecahan Matematika, Kondisi Geografis ASEAN, dan sistem Perkawinan vegetatif pada tumbuhan,, cukup banyak juga yah, SD saja seperti ini, bagaimana dengan SMA? Wah.. tentu makin padat,  (gumamnya dalam hati), Namun, ada satu aktifitas yang paling dia sukai, yaitu membaca Koran, ha? Anak SD baca koran? Memang ada Kisah Bobo? Atau Sinterklas si kolom Internasional atau Ekonomi.. wah,,,

Tapi-usut punya usut, dia mendapat wangsit Untuk  sering membaca dari mbah (eyang)nya, lho kok bisa? Iya karena itu, mbahnya berpesan untuk Sering Membaca karena dengan Membaca kita bisa Mengubah Dunia..  dari kalimat yang sederhana itulah, membuat Fido berubah cara pandangnya.. dari bocah yang gemar bermain, menjadi gemar membaca.. (oleh karena itu, mari kita sering-sering dengar nasehat dari siapapun, mau dari Mbah..Ibu..Bapak.. tukang ojek lah, Penjual sayur, Pengamen, yang notabene dari status pendidikan ada di bawah kita, Janganlah sampai gelar “S-1”, memuatkan pesan meremehkan pendapt orang, sepakat?)— 1 pesan terekam,

Mbah.. dilahirkan pada  75 tahun yang lalu, walaupun  tanggal dan bulannya beliau lupa, (hehe)… beliau dilahirkan dari seorang Ibu yang sanagt luar biasa menjadi salah satu saksi peristiwa Pendudukan Belanda di kampung kami, yang bernama Mbah Irah..dan ayahnya adalah mbah Imam, sehingga dari kedua insan itu terlahir seorang laki-laki yang menjadi inspirasi Besar bagi cucu-cucunya, beliau bernama Sastro Utomo..

Setiap aktifitas nya, beliau selalu memulai paling awal.. beliau bangun paling pagi dari keluarga kami, saya berani MENANTANG ANDA yang membaca tulisan ini, jika anda tidak percaya bahwa beliau adalah seorang yang sangat ulet dan rajin, bagii yang berminat saya sediakan hadiah yang pantas.. ini nomor saya (085645760392), dengan menantang untuk bangun lebih awal dari beliau, bukan karena beliau terkena Insomnia , bukan… memang dari kecil beliau oleh orang tuanya dicoontohkan untuk selalu bangun pagi.. sesuai dengan Sabda Rasullullah, “ ….Ya ALLAH berikan lah keberkahan bagi umatku yang bangun pagi.…” (H.R Muslim) dan ternyata setelah banyak penelitian, hal itu memang sangat berpengaruh dari segi kesehatan fisik maupun rohani, dari fisik.. tercatat Mbah Sastro hanya pernah sakit kulit.. tiupun hanya pada tahun 2004, artinya 6 tahun lalu… dan Saya berani MENANTANG ANDA untuk beradu fisik dengan beliau, untuk membuktikan bahwa apa-apa yang belaiu yakini sesuai dengan yang dicontohkan  Rasulullah adalah BENAR….

Hal itu yang coba dicontoh oleh Fido, walau beraaaattt sekali, untuk sekedar bernajak dari haribaan, dan melakukan aktifitas yang baik, dan Mbah Satro pun tetap dengan kesabarannya membimbimg Fido, hingga akhirnya sekarang bangun pagi pun menjadi suatu kebutuhan yang mengasyikkan.. Sahabat, jangan kamu lihat dari hasiilnya saja, tapi pandanglha proses bisa bangunpagi itu… sesuai kaidah Sukses, DIPAKSA>>TERPAKSA>>TERBIASA…. sahabat, Fido juga mengalami yang yang berat, mulai dari marah yang memuncak ketika tangan lembut mbah, mencoba membuatku terjaga sambil beliau berkata, “ayo..tangi, wis shubuh… (ayo bangun, sudah shubuh)” begitu setiap saat beliau memberikan contoh terbaik… dan dari kesabaran keuletan dan kerajinan yang mbah contohkan.. menjadikan sebuah pencapaian yang besar…

Sahabat, memang uraian di atas jauh dari sebuah kisah inspiratif, tapi saya yakin dan terus berharap atas apa yang saya tulis ini menjadi satu kerikil kecil atas kemajuan Peradaban Besar Bangsa ini… untuk semua rekan yang membaca uraian ini, saya berharap dari perhatian saudara untuk kebaikan atas pengalaman yang tercapai…

Fadly Wridha Adisti

A2410070/ Laskar 1 Panji 1 /Soekarno

C1/111

CAHAYA..PERISAI dan /AIR KEHIDUPAN

Bergerak.. itulah yang selalu diucapkan beliau, karena beliau adalah seorang instruktur senam, senam aerobic, setiap hentakan..setiap hitungan salalu beliau meneriakkan teriakan khas, sehingga murid-muridnya pun antusias dalam menyerap materi senam. Begitulah yang terjadi secara berulang-ulang.. setiap hari dan selama bertahun-tahun.

Beliau adalah seorang yang juga taat dalam agama, dibimbing-bimbingnya putra-putra nya dalam memperdalam ajaran agama, mulai dari tata cara berdoa sampai pengertian ihram dan wukuf di Arofah, sungguh pelajaran yang teramat mahal, yang jika kita menimba di luar, kita harus membayar harga, atau yang lebih akrab dengan SPP,

Beliau juga yang setiap hari memiliki banyak rekanan, banyak relasi dalam berhubungan dengan banyak orang lain di luar, mulai dari ibu rumah tangga, ibu RT, ibu guru SD, ibu Direktur Perusahaan BUMN, ibu Komandan Skuadron Paskhas…dan masih banyak lagi,yang jika saya tulis semua ini,sampai page terakhir pun akan tetap berlanjut. Ibu-ibu itu beliau bimbing, untuk bagaimana mengembangkan kepribadian diri, sehingga rekan-rekan beliau menjadi semakin mampu memaknai hidup ini dengan bermanfaat untuk Kebaikan orang lain.

Beliau juga yang setiap saat melayani ribuan masyarakat kelurahan, untuk berbagi keperluan,mulai dari program seni ibu-ibu RT, sampai Posyandu, berbagai rapat pun beliau selalu hadir,walaupun Kantor sang Suami, yang beliau juga bertempat berlokasi sangat jauh dari tempat tinggal beliau, kira-kira ada 15km jauhnya.

Be;iau juga yang setiap hari menyiapkan makanan untuk semua anggota keluarga, mulai dari pagi sampai malam, menu makanan pun beliau selalu buat semenarik mungkin, sehingga setiap hari pasti ada kejutan, yang mengasyikan, sehingga menambah keharmonisan dalam kehidupan rumah asri nan sederhana, adakalanya beliau menyembunyikan makanan, hanya untuk tidak dihabiskan dalam 1 x makan, namun bukan berarti beliau pelit, tetapi lebih pada arah mendidik untuk bertoleransi dan berbagi kebahagiaan sekecil apapun, sehingga menjadikan putra putranya sebagai insan yang gemilang, generasi yang bersemangat bersyukur, generasi yang bersabar adalah perisai yagn tangguh, generasi yang menjadikan dedikasi tertinggi untuk kemuliaan umat..

Beliau yang setiap malamnya, beliau isi dan warnai dengan langkah-langkah dan gerak sujud yang panjang, dengan cucuran air mata yang membasahi wajahnya yang lugu dan tegar, tiada lain karena hanya ingin yang terbaik untuk putra-putranya, Hanya satu pinta beliau, JADILAH ANAK YANG SHALIH…anakku,

Beliau yang sangat luar biasa sabar.. Beliau yang sangat sayang kepada keluarganya, Beliau yang selalu membuat inspirasi..Beliau yang mengajarkan kami arti pengorbanan dan Cinta..Beliau yang setiap saat selau mendoakan putra-putranya..Beliau yang senantiasa tegar, walaupun beban berat selalu beliau pikul,tanpa ada sedikitpun wajahnya yang menampakkan hal itu,sehingga orang-orang pun menyangka beliau tiada masalah yang sedang di hadapi..

Beliau yang menjadi orang pertama yang menghibur ketika ada putra-putranya sedih, Beliau  menjadi orang pertama yang akan sedih ketika putra-putranya terjatuh maupun ketika putranya mendapat musibah, Beliau menjadi orang pertama yang akan mengucapkan SELAMAT atas setiap langkah dan proses kesuksesan yang diperoleh putra-putranya, Beliau menjadi orang pertama yang akan membela ketika putra-putranya dikhianati, Beliau menjadi orang pertama yang akan mengatakan, “Putra – putra ku adalah Putra yang Terbaik yang Dilahirkan ke dunia ini…”

Beliau adalah Bulan bagi kami di malam-malam kami, Beliau adalah Matahari di siang hari kami.. Beliau adalah Permata bagi kami..Beliau adalah Malaikat bagi kami..

Sahabat… mari aku tunjukkan beliau itu siapa…

Dan Beliau adalah… Ibu saya,

Ibarat pohon yang semakin tinggi…

yang makin lama ia diterpa banyak  angin…

Mulai dari yang selembut kipas angin sampai pada tornadao 10 knot…

Ya… beginilah yang dinamakan dengan dunia cyber yang semakin lama saat ini menjadi begitu favorite… entah karena fasilitas dan kemudahan yang didapat lebih dari beriselancar di internet,..

Termasuk juga, saat kita menjadi seorang mahasiswa… yang oleh Presidan Mahasiswa IPB 2010.. disebut lain dengan arsitek Peradaban… ya, Peradaban Inodnesia yang jauh lebih baik…